WASHINGTON, KOMPAS.com - Keputusan Presiden Barack
Obama memberi kesempatan kaum homoseksual di AS masuk dunia militer
mendapat respons positif dari publik. Sebagian besar pemilih di AS
percaya bahwa homoseksual baik laki-laki maupun perempuan layak bekerja
secara terbuka di lingkungan militer AS.
Kesimpulan ini
mengemuka setelah sebuah jajak pendapat yang dilakukan Universitas
Quinnipiac Amerika memublikasikan hasil jajak pednapat mereka tentang
pandangan publik tentang hukum yang memerlukan layanan gay dalam dunia
militer.
Survei ini dilakukan setelah Presiden Barack Obama
bulan lalu berjanji untuk mengubah hukum dan memerbolehkan gay untuk
bekerja secara terbuka di kalangan militer. Jajak pendapat tersebut
menemukan bahwa 57 persen pemilih AS percaya bahwa gay harus bekerja
secara terbuka, sedangkan 36 persen lainnya menentang.
Sebanyak
61 persen publik Amerika percaya bahwa mencegah masuknya gay pria dan
wanita untuk bekerja adalah tindakan diskriminatif. Sedangkan 54 persen
percaya bahwa gay dalam militer harus membatasi tampilan orientasi
seksual mereka di tempat kerja.