PBB, New York (ANTARA News) - Lebih dari 8.000 perempuan di Republik Demokratik Kongo (DRC) mengalami pemerkosaan sepanjang tahun 2009, yang ditengarai dilakukan oleh faksi-faksi yang berperang, baik tentara pemberontak maupun tentara pemerintah.

Menurut laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Dana Populasi (UNFPA), Senin, tentara pemberontak suku Hutu (FDLR) diyakini sebagai pihak yang paling banyak melakukan pemerkosaan.

"(Tapi) anggota-anggota tentara nasional (FARDC) juga mel...
Continue reading ...